Nozomi Masuk Solo Raya, Akan Tekankan Pelayanan After Sales

Nozomi Masuk Solo Raya, Akan Tekankan Pelayanan After Sales

Peresmian Livian Motor yang  masuk kategori 3S (sales, service, sparepart), pada Sabtu (28/7) lalu, berlangsung meriah. Dihadiri walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang meresmikan diler tersebut, plus pimpinan PT.Nozomi Otomotif lndonesia dan PT Livian Makmur Sejahtera.

Singkatnya Nozomi yang mengusung teknologi Jepang mencoba menyuguhkan ransportasi motor roda tiga untuk memenuhi kebutuhan konsumen atau pengusaha yang membutuhkan transportasi yang efisien, efektif serta after sales yang terjaga. Yup betul terjaga.

Hal tersebut diutarakan oleh Cindy Leo, Direktur PT. Nozomi Otomotif Indonesia. Dirinya menyatakan, Nozomi yang berasal dari bahasa Jepang mempunyai arti Harapan Cepat dan Terpercaya.  “Kami coba hadirkan produk Nozomi yang menekankan pada kultur pada pelayanan after sales. Kami paham ada label motor roda 3 yang imagenya kurang bagus karena layanan after salesnya,” paparnya.

Masih menurutnya, Nozomi  mencoba memberikan layanan after sales. “Jadi kami tekankan jemput bola bila ke konsumen bila akan servis. Lalu ketersediaan stok sparepart yang harus dijaga dan diler kami harus kategori 3S.  Mekanik pun yang sudah training. Sehingga bila mengangkat diler, sudah siap melayani konsumen,” lanjut Cindy yakin.

David Budiman Pimpinan PT. Livian Makmur Sejahtera, mengatakan dibukanya diler Nozomi yang pertama di Solo beralasan. “Kami sudah lakukan pengecekan data dan market bahwa Solo punyai potensi. Perputaran uang yang tinggi  terkait potensi usaha, sehingga sangat menjanjikan untuk kami buka di Solo,” ujar David yang ingin kan target perbulan sekitar 20 unit di Solo Raya..

“Targetnya tidak hanya konsumen besar tapi kami juga menyasar ritel yang memerlukan transportasi untuk memperlancar usahanya,” papar David sambil bilang market share kisaran 20% di wilayah Solo Raya.

Hadir dengan dua tipe yakni tipe Srikandi dan Azabu, Nozomi yang kabarnya dirakit di Subang itu dapat di modifikasi menyesuaikan kebutuhan konsumen. Diantaranya untuk usaha makanan, usaha tambal ban maupun transportasi angkut lainnya. Dengan bentuknya yang lebih simple daripada mobil, Nozomi sangat memungkinkan untuk dipakai di jalan-jalan di kota Solo dan sekitarnya dan mampu menembus kemacetan sehingga lebih hemat waktu, efisien bahan bakar.

Untuk banderol harganya, tergantung tipe yang diinginkan. Seperti Srikandi 110, ditawarkan di angka Rp 21.200.000.  Sedangkan Azabu 150 Ac Bak 180 dibanderol Rp 24.800.000. Masih ada lagi Azabu 200, 250 dengan ukuran bak yang berbeda dan banderol harga yang berbeda pula.

Ingin tahu detilnya, monggo sambangi langsung diler Nozomi Livian Motor yang berada di jalan Ir. Sutami 67 Jebres, Solo

Source http://www.stangstir.com/2018/07/28/nozomi-masuk-solo-raya-akan-tekankan-pelayanan-after-sales/